Fokus Semarang | Berbagai jenis bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, termasuk siswa-siswa di sekolah, untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat ini.
Di Kabupaten Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berinisiatif untuk mengedukasi siswa-siswa di sekolah tentang bagaimana cara menghadapi bencana alam. Pada hari Jumat, 12 Juni 2026, BPBD Jember melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan di SD Al-Irsyad Islamiyah, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Kegiatan ini bertempat di ruang kelas sekolah dan diikuti oleh para siswa. Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menyampaikan materi tentang berbagai potensi ancaman bencana alam di lingkungan sekitar. Beliau juga menjelaskan tentang pentingnya mitigasi bencana dan pengetahuan tentang potensi tsunami. Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.
Dalam kesempatan ini, Edi Budi Susilo juga menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi berbagai ancaman alam. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sejak dini, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana diharapkan dapat diminimalkan.
Salah satu anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Miftachul Munir, juga hadir dalam kegiatan edukasi ini. Beliau menegaskan bahwa edukasi kebencanaan di sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak usia dini.
Dengan demikian, BPBD Jember berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sekolah yang mampu menjadi satuan pendidikan aman dan tangguh bencana, sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat.
Dalam kesimpulan, kegiatan edukasi kebencanaan yang diselenggarakan oleh BPBD Jember di SD Al-Irsyad Islamiyah merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerugian dan korban jiwa yang tidak perlu terjadi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


