Fokus Semarang | Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) merupakan laboratorium riset raksasa yang mengorbit bumi selama hampir 30 tahun. Namun, saat ini, fasilitas tersebut menghadapi tantangan teknis berupa kebocoran berulang pada bagian modul layanan Zvezda milik Rusia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kebocoran ini disebabkan oleh retakan mikroskopis di terowongan transfer PrK. Masalah ini telah menjadi perhatian serius bagi badan antariksa internasional selama bertahun-tahun demi menjaga keselamatan kru.

Pada Sabtu (6/6/2026), NASA mengambil langkah preventif dengan memerintahkan lima astronaut untuk berlindung di kapsul Crew Dragon. Keputusan ini diambil saat tim kosmonaut Rusia melakukan upaya perbaikan ekstensif pada area yang terdampak.

Juru bicara NASA, Bethany Stevens, mengonfirmasi bahwa prosedur ini adalah bagian dari standar keamanan. Namun, tak lama kemudian, Roscosmos memutuskan untuk menghentikan sementara perbaikan guna mengevaluasi data lebih lanjut.

Keamanan kru adalah prioritas utama dalam setiap misi luar angkasa. Berikut adalah langkah yang dilakukan saat terjadi potensi bahaya di ISS:

  • Instruksi segera untuk berpindah ke kapsul pelarian seperti Crew Dragon.
  • Pemisahan area yang bocor dari modul utama stasiun.
  • Pemantauan berkelanjutan oleh tim di Bumi melalui koordinasi NASA dan Roscosmos.
  • Evaluasi data teknis sebelum melanjutkan aktivitas perbaikan di ruang hampa.

Terdapat perbedaan mekanisme dan fungsi kapsul yang digunakan oleh kru di ISS. Berikut adalah tabel perbandingan sistem transportasi yang beroperasi di stasiun:

Fitur Crew Dragon (SpaceX) Soyuz (Rusia)
Fungsi Utama Transportasi kru & evakuasi Transportasi kru & evakuasi
Kapasitas Hingga 7 orang 3 orang
Status 2026 Digunakan untuk perlindungan darurat Digunakan untuk rotasi kru rutin

ISS kini memasuki masa akhir operasional setelah beroperasi hampir tiga dekade. Administrator NASA, Jared Isaacman, tengah menginisiasi rencana penggantian stasiun dengan modul baru.

Target ambisius ini diharapkan tercapai sebelum akhir dekade ini untuk memastikan riset antariksa terus berlanjut. Fokus utama saat ini tetap pada pemeliharaan struktur yang ada sambil mempersiapkan transisi teknologi di masa depan.

Insiden kebocoran di ISS menunjukkan pentingnya protokol keamanan yang ketat bagi para astronaut. Meskipun perbaikan masih dilakukan secara bertahap, koordinasi internasional tetap menjadi kunci keberlangsungan stasiun luar angkasa tersebut hingga penggantinya siap digunakan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.