Fokus Semarang | Piala Dunia 2026 dijadwalkan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, namun persiapan tim nasional Iran telah tertunda akibat kendala visa. Menurut laporan, setidaknya 15 staf timnas Iran mengalami kesulitan dalam mendapatkan visa untuk memasuki Amerika Serikat. Hal ini semakin memburuk karena markas Iran dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, namun visa mereka masih belum keluar.
Para pemain Iran menghabiskan seminggu di Turki sembari menunggu visa, namun tidak semua visa untuk staf timnas Iran berhasil keluar. Federasi Sepak Bola Iran mengecam kejadian ini dan mengatakan bahwa Amerika Serikat menggunakan pengaruh politik mereka untuk menghalangi kedatangan timnas Iran.
Kedutaan Besar Iran mengecam Amerika Serikat dengan mengatakan bahwa mereka adalah tuan rumah Piala Dunia yang tidak kompeten dan gagal memenuhi tanggung jawabnya. Mereka juga menegaskan bahwa FIFA bertanggung jawab untuk memastikan bahwa visa untuk semua anggota diterbitkan.
Visa yang diterbitkan oleh Amerika Serikat menimbulkan masalah karena memungkinkan para staf timnas Iran untuk hanya masuk dan keluar dari Amerika Serikat pada hari yang sama. Hal ini dapat mengganggu persiapan pemain dan pelatih yang diwajibkan FIFA untuk menghadiri konferensi pers prapertandingan dan pascapertandingan.
Federasi Sepak Bola Iran minta FIFA untuk bertanggung jawab atas kericuhan ini dan menuntut Amerika Serikat untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Hal ini menunjukkan bahwa persiapan tim nasional Iran untuk Piala Dunia 2026 masih terganggu oleh masalah visa. Mereka harus segera menyelesaikan masalah ini agar dapat mempersiapkan diri untuk pertandingan yang akan datang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


