Fokus Semarang | Jakarta – Setelah bayi lahir, tali pusat yang sebelumnya menghubungkan bayi dengan plasenta akan dijepit dan dipotong. Selama di dalam kandungan, tali pusat memiliki peran penting karena menjadi jalur utama oksigen dan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Usai dipotong, akan tersisa bagian kecil tali pusat di area perut bayi. Bagian ini biasanya akan mengering secara perlahan dan lepas sendiri dalam waktu sekitar 3 minggu. Setelah itu, pusar bayi mulai terbentuk.

Banyak orang tua penasaran kenapa bentuk pusar setiap bayi bisa berbeda. Ada yang cekung, ada juga yang terlihat menonjol keluar. Sebenarnya, bentuk pusar tidak dipengaruhi oleh cara memotong tali pusat atau tindakan tertentu setelah bayi lahir.

Bentuk pusar lebih dipengaruhi proses alami tubuh dan memang bisa berbeda pada setiap anak. Masih banyak juga mitos yang beredar tentang cara mengubah pusar bayi yang menonjol menjadi cekung.

Salah satu penyebab pusar bayi yang tampak menonjol adalah hernia umbilikal. Dilansir dari BabyCenter, kondisi ini terjadi karena adanya celah kecil pada area tempat tali pusat masuk ke perut bayi.

Normalnya, setelah tali pusat lepas dan proses penyembuhan selesai, lubang tersebut akan menutup dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian bayi, lubang ini belum tertutup sempurna sehingga muncul tonjolan di area pusar.

Tonjolan biasanya terlihat lebih jelas ketika tekanan di perut meningkat, seperti saat bayi menangis, batuk, atau mengejan ketika buang air besar.

Meskipun terlihat membuat khawatir, hernia umbilikal umumnya tidak berbahaya. Selama tonjolan terasa lunak, bisa ditekan perlahan, tidak bengkak, tidak berubah warna, dan tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini biasanya aman.

Sebagian besar hernia umbilikal dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Kondisi ini umumnya mulai membaik pada usia 12 hingga 18 bulan, bahkan sekitar 90 persen kasus bisa sembuh sendiri sebelum anak berusia 4 tahun.

Oleh karena itu, penting untuk tetap memantau perubahan pada pusar bayi dan memastikan area tersebut tetap bersih dan kering selama masa penyembuhan.

Jika muncul pembengkakan, rasa nyeri, perubahan warna, atau bayi tampak tidak nyaman, sebaiknya segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.

Kondisi yang sangat jarang, sebagian usus bayi bisa terjebak di lubang hernia, sehingga aliran darah terganggu dan membutuhkan tindakan operasi segera.

Oleh karena itu, penting untuk tetap memantau perubahan pada pusar bayi dan memastikan area tersebut tetap bersih dan kering selama masa penyembuhan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.