Fokus Semarang | Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan pertandingan antara tim nasional terbaik di dunia. Di balik lapangan, ada pelatih-pelatih yang menerima bayaran fantastis, mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Ancelotti dilaporkan menerima bayaran sekitar 10 juta euro (setara Rp209,5 miliar) per tahun. Jumlah yang sangat besar ini sejalan dengan ekspektasi tinggi publik Brasil yang mengincar gelar dunia keenam.
Di posisi kedua ada Julian Nagelsmann, pelatih muda asal Jerman yang memimpin Timnas Jerman. Nagelsmann memperoleh sekitar 7 juta euro (setara Rp146,6 miliar) per tahun.
Federasi Jerman tentu menaruh harapan besar kepada Nagelsmann untuk mengembalikan kejayaan Der Panzer di panggung dunia.
Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman, berada di urutan keempat dengan pendapatan sekitar 5,8 juta euro (setara Rp121,4) miliar per musim. Federasi sepak bola Inggris berharap Tuchel mampu mengakhiri puasa gelar The Three Lions di Piala Dunia.
Roberto Martinez, pelatih asal Spanyol, menempati posisi kelima dengan bayaran sekitar 4 juta euro (setara Rp83,7 miliar) per tahun. Martinez diharapkan mampu membawa Selecao das Quinas melangkah jauh pada Piala Dunia 2026.
Besarnya gaji para pelatih ini menunjukkan tingginya ekspektasi federasi terhadap pencapaian tim nasional mereka di Piala Dunia 2026. Namun, sejarah membuktikan bahwa bayaran tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan trofi juara.
Hanya prestasi yang akan menentukan apakah investasi fantastis tersebut benar-benar sepadan.
Keempat pelatih lainnya, termasuk Mauricio Pochettino, juga menerima bayaran fantastis. Pochettino, mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain, menerima sekitar 6 juta euro (setara Rp125,6 miliar) per tahun.
Prestasi para pelatih ini akan menentukan apakah mereka mampu membawa tim nasional mereka ke tahap berikutnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


