Fokus Semarang | Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan nasional, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penciptaan peluang kerja baru di sektor ekonomi kreatif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) telah berkolaborasi untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Untuk memastikan kesiapan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan industri, Kemnaker akan berkolaborasi dengan Kemenekraf dalam penyusunan kurikulum pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan 17 subsektor ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan industri dan tuntutan pasar kerja masa depan.

Pemerintah juga memperkuat program peningkatan keterampilan dan penyesuaian kompetensi bagi para pekerja, termasuk mereka yang terdampak PHK. Melalui pemanfaatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), para pekerja akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan beralih ke sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa kolaborasi kedua kementerian akan diperkuat melalui pelaksanaan program percontohan pada semester II tahun 2026. Program tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan SDM ekonomi kreatif hingga tahun 2029.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya fokus menangani dampak PHK, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan dunia kerja dan menjadi lebih kompetitif di tingkat internasional.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.