Fokus Semarang | DEMAK, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 20 UIN Walisongo Semarang melakukan inisiatif penting untuk menjaga lingkungan di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Mereka memasang lima lubang resapan biopori di lima titik yang tersebar di lima RW Desa Jungpasir. Tujuan utama dari program ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan warga serta perangkat desa menjadi faktor penting dalam menjaga lingkungan. Biopori yang dipasang di Desa Jungpasir berfungsi meningkatkan daya serap air ke dalam tanah dan dapat digunakan sebagai tempat pengolahan sampah organik.
Sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, dan limbah dapur dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk mengalami proses penguraian alami. Hasilnya dapat digunakan sebagai kompos atau pupuk organik bagi tanaman.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pengelolaan sampah organik melalui biopori juga membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Biopori memiliki manfaat lain seperti mencegah genangan air dan meningkatkan kesuburan tanah. Oleh karena itu, teknologi ini cocok diterapkan di lingkungan permukiman.
Mahasiswa KKN berharap lima titik biopori yang telah dipasang dapat menjadi lokasi percontohan bagi masyarakat. Warga diharapkan dapat mengembangkan program serupa secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Desa Jungpasir diharapkan dapat menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan peduli terhadap pengelolaan limbah organik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


