Fokus Semarang | Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa jutaan pelaku UMKM di wilayahnya harus didorong untuk naik kelas demi menjaga pergerakan ekonomi tetap stabil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak hanya itu, Luthfi juga menambahkan bahwa Pemprov Jateng akan mempermudah akses pembiayaan modal usaha lewat skema KUR dengan bunga ringan.

“Harus kita guide dengan cara memberi kemudahan akses modal. Permodalannya KUR 6 persen kita berikan kepada mereka,” ujar Ahmad Luthfi kepada awak media.

Pemprov Jateng juga akan memberikan pendampingan intensif yang meliputi perbaikan kualitas kemasan (packaging), penguatan strategi pemasaran digital, hingga membuka akses ke pasar ekspor.

Luthfi menilai, pendampingan hulu ke hilir ini wajib dilakukan karena UMKM merupakan tulang punggung (backbone) utama perekonomian di Jawa Tengah yang terbukti tangguh menghadapi krisis.

Kendati demikian, Luthfi mengakui bahwa penanganan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya produksi tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian. Diperlukan sinergi dan kerja sama lintas sektoral yang kuat untuk menjaga daya saing produk lokal.

“Satu sisi memang kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus gandeng BI (Bank Indonesia), kemudian OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kemudian bidang usaha, serta bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan,” pungkasnya.

“UMKM di tempat kita harus naik kelas, dari UMKM mikro menjadi kecil, kemudian menengah, dan lain sebagainya,” ujar Ahmad Luthfi.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.