Fokus Semarang | Denpasar, Bali – Tutik Kusuma Wardhani, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, menekankan pentingnya menerapkan pemerataan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bali. Menurutnya, keberadaan SPPG di Bali masih belum merata dan cenderung menumpuk di wilayah perkotaan serta aglomerasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setidaknya, dari target sekitar 370 dapur yang dibutuhkan untuk menjangkau seluruh kabupaten/kota, hingga saat ini baru sekitar 176-180 dapur SPPG yang beroperasi. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan legislatif, khususnya terkait pasokan gizi di wilayah pedesaan.

“Jangan menumpuk terus di Kota. Mentang-mentang yayasan punya lahan di Kota, jangan begitu sistemnya. Saya akan sampaikan ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat saat rapat dengar pendapat (RDP) nanti. BGN Pusat harus menerima aspirasi dari bawahannya yang ada di daerah,” ujar Tutik Kusuma Wardhani.

Guna mengurai permasalahan zonasi wilayah, BGN membuka peluang untuk memanfaatkan fasilitas lokal yang sudah ada, termasuk kantin sekolah, untuk dialihfungsikan sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG. Langkah ini dipandang sebagai solusi efisiensi anggaran guna memperluas jangkauan program tanpa harus membangun gedung baru dari nol.

Tutik Kusuma Wardhani menyambut positif wacana pemberdayaan kantin sekolah tersebut. Kendati demikian, ia memberikan catatan kritis bahwa aspek kelaikan fasilitas, keamanan, serta kenyamanan para staf kantin yang bekerja wajib dipenuhi. Menurutnya, pemanfaatan kantin harus memiliki standar yang setara dengan dapur SPPG reguler.

“SOP yang ada saat ini sudah bagus. Saya kira kalau sudah mengikuti SOP yang ada, maka tidak akan ada kendala lagi. Jadi, tolong SOP jangan ada yang melanggar,” imbuh Tutik menekankan pentingnya regulasi.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Tutik Kusuma Wardhani untuk mendorong pemerataan pembangunan SPPG di Bali, termasuk:

1. Membawa aspirasi dari bawahannya ke tingkat pusat.

2. Mendorong BGN untuk menerapkan pemerataan pembangunan SPPG di Bali.

3. Mendukung pemberdayaan kantin sekolah sebagai fasilitas lokal untuk dialihfungsikan sebagai dapur SPPG.

4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses gizi yang merata bagi masyarakat.

“Saya berharap, dengan langkah-langkah ini, kita dapat meningkatkan akses gizi bagi masyarakat di Bali dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tutik.

Langkah-langkah ini merupakan langkah awal untuk mendorong pemerataan pembangunan SPPG di Bali. Berharap, langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan akses gizi bagi masyarakat dan membangun Bali menjadi lebih baik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.