Fokus Semarang | Musisi Pradikta Wicaksono atau yang lebih dikenal sebagai Dikta mengungkap alasan di balik keputusannya tidak pernah lagi membawakan lagu-lagu Yovie & Nuno dalam penampilan solo sejak resmi meninggalkan grup musik tersebut. Menurut Dikta, keputusannya bukan berkaitan dengan persoalan hak cipta maupun royalti, melainkan bentuk penghormatan terhadap rekan-rekan yang pernah berkarya bersamanya di band tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dikta menuturkan bahwa lagu-lagu Yovie & Nuno merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak orang dalam proses kreatif maupun rekamannya. Karena itu, ia merasa tidak tepat jika membawakan lagu-lagu tersebut seorang diri dan memperoleh keuntungan secara personal.

"Itu bukan hak gue, menurut gue nggak fair karena ketika rekaman kan rekamannya rame-rame. Masak di panggung gue manggung sendiri, dapet duitnya sendiri kan nggak fair dong," lanjutnya.

Dikta bahkan menilai persoalan tersebut tidak semata-mata bisa diselesaikan dengan pembayaran royalti (performing rights) atau kompensasi tertentu. Baginya, nilai etika dan penghargaan terhadap proses berkarya bersama tetap menjadi hal yang utama.

Saat ini, Dikta sendiri tengah fokus menjalani karier bermusiknya sebagai solois. Setelah cukup lama vakum merilis karya musik baru, ia kembali menyapa penggemar lewat EP bertajuk Unapologetic yang dirilis pada 15 Mei 2026 lalu.

EP tersebut berisi enam lagu dan menjadi rilisan perdana Dikta setelah hampir empat tahun sejak merilis EP Sendiri pada 2022. Melalui proyek terbarunya itu, Dikta menunjukkan warna musikal yang lebih personal sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai musisi solo.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.