Fokus Semarang | Peneliti baru-baru ini berhasil mendokumentasikan pohon tertinggi di Asia Timur yang tersembunyi di lembah terpencil Taiwan. Pohon cemara raksasa ini diberi nama ‘Pedang Langit dari Sungai Da’an’ sebagai bentuk penghormatan pada karya sastra legendaris.
Pohon Taiwania cryptomerioides ini memiliki ketinggian mencapai 84,1 meter. Para ahli memperkirakan usia pohon tersebut telah mencapai sekitar 1.000 tahun.
Masyarakat adat Rukai di pegunungan selatan Taiwan memiliki sebutan khusus untuk spesies ini. Mereka menjulukinya sebagai pohon yang menyentuh bulan karena ukurannya yang menjulang tinggi ke angkasa.
Para peneliti telah melakukan survei pemindaian udara secara berkala selama bertahun-tahun untuk menemukan pohon raksasa ini. Mereka juga melibatkan komunitas ilmuwan warga dan menggunakan teknologi lidar untuk menciptakan peta 3D yang sangat detail dari hutan terpencil.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pohon-pohon tua raksasa memiliki peran ekologis yang sangat vital bagi planet kita. Mereka berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida secara masif untuk menjaga kestabilan iklim.
Namun, tren penelitian terbaru menunjukkan adanya risiko serius bagi keberlangsungan mereka. Pepohonan raksasa ternyata sangat sensitif terhadap bencana kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kesimpulannya, penemuan Pedang Langit bukan sekadar pencapaian data geografis baru. Pohon ini merupakan saksi bisu perubahan iklim yang harus dijaga keberadaannya di tengah tantangan lingkungan yang kian nyata saat ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


