Fokus Semarang | Pemerintah Kota Semarang telah membuka lowongan direksi untuk mengisi jabatan Direktur Teknik (Dirtek) pada PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dan jabatan Direktur PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (BPS). Masing-masing jabatan dibutuhkan satu orang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menyambut baik adanya lowongan direksi tersebut. Menurutnya, dengan kekosongan jabatan bisa terisi secara definitif, maka bisa meningkatkan kinerja masing-masing Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Joko mengatakan Direktur BPS sebaiknya dari profesional yang memiliki pengalaman karir di bisnis infrastruktur telekomunikasi, dimana salah satu fokus bisnis BPS adalah mengelola infrastruktur telekomunikasi di Kota Semarang.
“Kami berharap direktur BPS juga punya kemampuan manajerial bisnis sehingga bisa menata bisnis yang sudah berjalan di BPS yang semula merugi bisa menguntungkan sehingga berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang,” kata Joko, Jumat, 5 Juni 2026.
Sementara itu, untuk Dirtek PDAM, Joko mengaku mendukung untuk mencari calon direktur di seluruh PDAM yang ada di kota-kota besar.
Komisi B memberikan beberapa usulan untuk kriteria pengalaman dan keahlian teknis untuk jabatan Dirtek ini. Beberapa usulannya seperti memiliki pengalaman manajerial dengan minimal pengalaman kerja 5 tahun di bidang manajerial di bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tingkat kota besar/ metropolitan.
Kemudian, calon Dirterk sebaiknya memiliki sertifikat kompetensi manajemen air minum tingkat madya bidang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi dan berlisensi BNSP.
Artikel ini berisikan informasi tentang lowongan direksi PDAM dan BPS, serta kriteria calon direktur yang diusulkan oleh Komisi B DPRD Kota Semarang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


