Fokus Semarang | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang telah memulai langkah-langkah untuk mempersiapkan mitigasi kekeringan ekstrem di tahun 2026. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada tahun 2026 berpotensi lebih ekstrem dan perlu diantisipasi sejak dini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan bahwa dokumen rencana kontinjensi kekeringan sedang disusun untuk menjadi pedoman bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Rembang.

Penyusunan rencana kontinjensi tidak hanya berfokus pada penanganan darurat ketika kekeringan terjadi, tetapi juga mendorong berbagai upaya mitigasi yang dapat dilakukan sejak sekarang.

Salah satu upaya mitigasi yang dilakukan adalah dengan pemetaan kembali sumber air yang telah dibangun melalui berbagai program pemerintah maupun lembaga lainnya. Keberadaan sumur bantuan, embung, dan sarana penyediaan air bersih yang tersebar di sejumlah wilayah perlu didata secara lebih rinci hingga tingkat desa dan kecamatan.

Data BPBD menunjukkan bahwa dampak kekeringan masih menjadi tantangan di Kabupaten Rembang dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, sebanyak 64 desa menerima bantuan suplai air bersih akibat krisis air saat musim kemarau.

Penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pihak. Semangat kemanusiaan dan kolaborasi menjadi kunci dalam penanganan bencana.

Penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pihak. Semangat kemanusiaan dan kolaborasi menjadi kunci dalam penanganan bencana.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi El Nino Godzilla 2026:

  • Pemetaan kembali sumber air yang telah dibangun melalui berbagai program pemerintah maupun lembaga lainnya.
  • Didata secara lebih rinci hingga tingkat desa dan kecamatan.
  • Menggalang bantuan dari berbagai pihak untuk mendukung upaya mitigasi kekeringan.
  • Mengadakan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara menghadapi kekeringan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.