Fokus Semarang | SURABAYA – Industri kayu dan furnitur Indonesia siap untuk mengalami kemajuan signifikan di tahun 2026. BRI telah menghadirkan program pembiayaan berbunga rendah, yaitu Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dengan bunga efektif hanya 6 persen per tahun. Selain itu, BRI juga memperkenalkan QLola, sebuah solusi digital terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
KIPK merupakan program pembiayaan pemerintah yang ditujukan untuk membantu industri padat karya melakukan modernisasi dan pengembangan usaha dengan bunga kompetitif. Dengan KIPK, perusahaan dapat melakukan perbaikan infrastruktur, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
QLola, di sisi lain, menawarkan solusi digital yang dapat membantu perusahaan mengelola transaksi bisnis, payroll, cash management, trade finance, dan berbagai kebutuhan perbankan korporasi dalam satu platform. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kesalahan administrasi keuangan, dan meningkatkan keamanan transaksi.
Industri kayu dan furnitur Indonesia yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa negara berpotensi mencatat pertumbuhan lebih tinggi apabila mampu memanfaatkan teknologi dan akses permodalan secara optimal. Dengan hadirnya KIPK dan QLola, pelaku usaha memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, serta memperluas jaringan bisnis global.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


