Fokus Semarang | Peta ekonomi global tengah mengalami perubahan besar, dengan pusat pertumbuhan mulai bergeser ke negara-negara berkembang yang tergabung dalam kelompok BRICS. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia saat ini tidak lagi terpusat pada negara-negara Barat, melainkan mulai menyebar ke berbagai kawasan baru, terutama negara-negara di belahan bumi selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Putin juga mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, hampir setengah pertumbuhan ekonomi global berasal dari negara-negara BRICS, sementara kontribusi negara-negara G7 hanya sekitar 18 persen. Pada tahun 2020-2025, ekonomi global tumbuh rata-rata 4,1 persen per tahun, 2 persen di antaranya berasal dari BRICS, dan hanya 0,8 persen dari G7.

BRICS juga telah melampaui G7 dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Saat ini, pangsa BRICS dan PDB dunia berdasarkan paritas daya beli mencapai 40 persen, sedangkan pangsa G7 kurang dari 29 persen.

Tak hanya itu, IMF dan Bank Dunia juga ramal BRICS tumbuh lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi global paling banter hanya 1,1 persen per tahun, sedangkan negara-negara BRICS akan tumbuh lebih dari 4 persen.

Perubahan ini menciptakan dunia yang lebih adil dan lebih merata, karena pertumbuhan ekonomi meluas ke semakin banyak negara, memberikan peluang baru bagi miliaran orang yang dulunya berada di pinggiran ekonomi global.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.