Fokus Semarang | Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa prajurit TNI tidak melakukan penggusuran terhadap Sekolah Dasar (SD) demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di NTT. Maruli menyebutkan bahwa narasi yang beredar di masyarakat sangat tidak masuk akal dan tidak normal jika ada orang membubarkan sekolah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Muhammad Nas, juga turut meluruskan duduk perkara yang terjadi di Kecamatan Detusuko, Kabupaten Ende, NTT. Ia menjelaskan bahwa alat berat di lokasi tersebut bukanlah untuk menggusur sekolah, melainkan untuk membangun sekolah di belakang sekolah.

Bahaya narasi tanpa konfirmasi di media sosial sangat disayangkan oleh pihak TNI. Potongan video yang menampilkan kemarahan warga justru disalahartikan sebagai penggusuran oleh oknum tertentu. Penyebaran informasi tanpa konfirmasi dinilai sangat berbahaya bagi keutuhan negara.

Sebagai langkah pencegahan agar tidak terjebak hoaks, masyarakat diharapkan selalu melakukan cek dan ricek. Narasi yang beredar di media sosial harus disikapi dengan bijak dan tenang.

Kejadian di NTT murni merupakan kendala teknis lapangan yang sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Tidak ada program Koperasi Desa Merah Putih yang mengorbankan fasilitas pendidikan.

Sekali lagi, KASAD Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa prajurit TNI tidak melakukan penggusuran terhadap Sekolah Dasar (SD) demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di NTT.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.