Fokus Semarang | Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai tanggal 10 Juni 2026. Kenaikan harga ini berdampak pada varian Pertamax (RON 92) yang mengalami peningkatan sebesar Rp 3.950 atau setara dengan 32,11 persen dari harga lama Rp 12.300 per liter.
Harga Pertamax kini menjadi Rp 16.250 per liter, sementara varian non-subsidi lainnya seperti Pertamax Green (RON 95) dan Pertamax Turbo (RON 98) juga mengalami kenaikan. Pertamax Green kini bertengger di angka Rp 17.000 per liter, sedangkan Pertamax Turbo melonjak dari Rp 16.500 menjadi Rp 20.750 per liter.
Penyesuaian harga ini ditempuh sebagai respons atas fluktuasi indikator makro ekonomi, seperti tren kenaikan harga minyak mentah di pasar global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta penyesuaian berkala terhadap formula harga BBM non-subsidi.
Pertamina juga memastikan bahwa harga Pertalite (RON 90) dan Solar Bersubsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar Bersubsidi tidak mengalami perubahan di angka Rp 6.800 per liter.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


