Fokus Semarang | Purwakarta, sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat, masih belum memiliki museum yang dapat menyimpan dan melestarikan benda-benda kepurbakalaan yang ada di daerah tersebut. Hal ini merupakan kekhawatiran bagi para pelestari budaya dan sejarah, karena benda-benda tersebut masih tercecer di berbagai tempat dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pendiri Paguyuban Padipaan Guguwar Situs Sunda, Asep Supiandi, mengungkapkan bahwa banyak manuskrip dan benda kepurbakalaan yang ditemukannya memiliki usia yang lebih tua dari kelahiran Kabupaten Purwakarta. Salah satu contoh adalah prangko yang ditemukan di daerah Sindangkasih dan Cipaisan, yang memiliki usia 1643 tahun, lebih tua dari tahun kelahiran Purwakarta 1831.

Asep Supiandi berharap dapat dibentuk Dewan Kebudayaan di Purwakarta yang dapat menata dan menginventarisir situs dan cagar budaya yang ada di daerah tersebut. Ia juga mendesak agar Dewan Kebudayaan ini dapat menyusun Raperda Dewan Kebudayaan untuk ditetapkan menjadi Perda.

Ketua Pansus Pemajuaan Kebudayaan DPRD Purwakarta, Zusyef Gusnawan, mengapresiasi dukungan Paguyuban Padipaan untuk membukukan benda kepurbakalaan yang dimiliki Purwakarta. Ia juga berharap dapat mendapatkan dukungan dan doa dari para budayawan dan pelestari budaya, karena saat ini sedang menggodok Raperda Pemajuaan Kebudayaan yang menyisakan waktu satu bulan lagi.

Kadispora Budaya dan Pariwisata Kabupaten Purwakarta, Aep Durrohman, mengatakan bahwa pihaknya telah mendata ada 20 cagar budaya dan 161 diduga cagar budaya di wilayahnya. Ia berharap dapat meningkatkan jumlah cagar budaya dan mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk melestarikan situs dan cagar budaya di Purwakarta.

Warga Purwakarta kembali berjuang untuk melestarikan situs dan cagar budaya yang ada di daerah tersebut. Mereka berharap dapat dibentuk Dewan Kebudayaan yang dapat menata dan menginventarisir situs dan cagar budaya, serta dapat menyusun Raperda Dewan Kebudayaan untuk ditetapkan menjadi Perda.

Dengan adanya perjuangan warga Purwakarta, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan situs dan cagar budaya di daerah tersebut. Selain itu, juga dapat meningkatkan jumlah cagar budaya dan mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk melestarikan situs dan cagar budaya di Purwakarta.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.