Fokus Semarang | Kelompok suporter terorganisir Lazio baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi yang mengumumkan rencana boikot besar pada musim 2026/27. Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan yang telah lama mereka pendam terhadap manajemen klub. Dalam pernyataan yang dirilis, para ultras menegaskan bahwa mereka tidak akan membeli tiket musiman serta tidak akan menghadiri seluruh laga kandang Lazio, baik di Serie A maupun Coppa Italia.
Satu-satunya pengecualian adalah dua pertandingan derby melawan AS Roma. Kelompok suporter tersebut menilai kebijakan ini sebagai puncak dari ketidakpuasan selama bertahun-tahun, yang mereka sebut sebagai akibat dari pengelolaan yang buruk, kurangnya penghormatan terhadap klub, serta berbagai janji manajemen yang tidak terealisasi selama 22 tahun kepemimpinan Claudio Lotito.
Boikot yang mereka canangkan tidak hanya terbatas pada stadion, tetapi juga mencakup penghentian langganan layanan siaran pertandingan Lazio. Meski demikian, mereka tetap menyatakan akan mendukung tim saat laga tandang dan tetap hadir dalam dua laga derby melawan Roma.
Mereka juga menyerukan boikot terhadap sponsor dan mitra bisnis klub. Dalam pernyataannya, ultras turut menyoroti kegagalan Lazio menembus kompetisi Eropa dalam dua musim terakhir. Mereka anggap sebagai bukti kurangnya investasi pada skuad.
Mereka juga mengkritik kebijakan internal klub, termasuk pemecatan staf yang dekat dengan identitas Lazio serta penunjukan pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan klub. Rencana pembangunan Stadio Flaminio juga tidak luput dari sorotan, karena bisa menjadi alasan penundaan investasi terhadap tim.
Di sisi lain, pelatih baru Gennaro Gattuso justru mendapat sambutan positif. Para ultras menegaskan bahwa protes mereka hanya untuk pemilik klub, bukan kepada pemain maupun staf pelatih.
Kesimpulan dari aksi protes ini menunjukkan bahwa ultras Lazio sangat kecewa dengan manajemen klub saat ini dan berharap ada perubahan yang signifikan dalam pengelolaan klub. Dengan boikot ini, mereka berharap dapat memaksa manajemen klub untuk melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk kemajuan Lazio.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


