Fokus Semarang | Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Paris pada 26-29 Mei 2026, yang dianggap sebagai langkah strategis Indonesia untuk menempatkan diri dalam arsitektur ekonomi dan keamanan Indo-Pasifik. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Indonesia mengambil peran lebih besar dalam percaturan global yang sedang berubah.
Menurut Prabowo, Indonesia mendukung Kebijakan Satu China dan memiliki nilai-nilai yang sama dengan Perancis, seperti kebebasan dan perdamaian. Pemerintah Indonesia menawarkan mediasi kepada semua negara yang terlibat dalam konflik, termasuk konflik Israel-Amerika-Iran dan konflik Rusia-Ukraina.
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam situasi global yang sedang berubah, dan bahwa Indonesia kini memiliki posisi yang semakin strategis di mata dunia. Pusat gravitasi ekonomi bergerak ke Asia, persaingan teknologi semakin menentukan kekuatan negara, dan kawasan Indo-Pasifik menjadi pusat aktivitas perdagangan dunia.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris dianggap sebagai bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemitraan dengan Perancis, yang merupakan salah satu dari sedikit negara Barat yang menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia. Perancis juga merupakan salah satu dari sedikit mitra Eropa yang dianggap serius oleh Jakarta sebagai kekuatan independen.
Langkah strategis ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan posisi diplomatik dan ekonomi di dunia. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut analisis, langkah strategis ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kemampuan diplomasi dan ekonomi di dunia. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan posisi diplomatis dan ekonomi di dunia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


