Fokus Semarang | Komunitas pendidik di Kebumen terus meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling. Dua guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTs Negeri 2 Kebumen, Putri Fajarotul Sholikhah dan Triyas Riskiana, mengikuti Seminar Nasional bertajuk "Penguatan Kompetensi Konselor dalam Menghadapi Krisis Psikologis Peserta Didik dalam Kurikulum Berbasis Cinta".
Seminar nasional ini bertujuan memperkuat kapasitas konselor sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental peserta didik, khususnya Generasi Alpha yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat.
Para peserta seminar dibekali strategi pendampingan psikologis yang relevan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
Putri Fajarotul Sholikhah mengatakan bahwa seminar ini memberikan perspektif baru dalam mendampingi peserta didik melalui pendekatan yang lebih humanis dan penuh empati. Sedangkan Triyas Riskiana mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut, termasuk menambah wawasan profesional dan memperluas jaringan dengan sesama pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar nasional ini diadakan selama tiga hari, mulai dari hari Selasa hingga hari Kamis. Pada hari pertama, seminar mengangkat tema "Transformasi Profesi Konselor Sekolah dalam Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Generasi Alpha melalui Kurikulum Berbasis Cinta." Pada hari kedua, seminar mengangkat tema "Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Peserta Didik melalui Layanan Bimbingan dan Konseling." Dan pada hari ketiga, seminar mengangkat tema "Digital Overload dan Kesehatan Mental Generasi Alpha: Tantangan Baru bagi Konselor Sekolah."
Dengan demikian, komunitas pendidik di Kebumen terus meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling dengan memperkuat kapasitas konselor sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental peserta didik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


