Fokus Semarang | Surabaya, hari ini, Aliansi Madura Indonesia (AMI) melakukan aksi di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan pemotongan anggaran kegiatan reses anggota legislatif. Aksi ini dipimpin oleh Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, yang mendesak adanya audit menyeluruh serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam orasinya, massa aksi mempertanyakan realisasi penggunaan anggaran reses yang disebut tidak sesuai dengan ketentuan. Mereka menilai perlu adanya transparansi dan keterbukaan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan yang semakin meluas di tengah masyarakat.

AMI juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum. Mereka menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum.

Perwakilan massa aksi diterima oleh H.Surat, S.P.D, sebagai wakil DPD PAN untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, AMI meminta agar partai melakukan evaluasi internal terhadap kader yang namanya disebut dalam dugaan tersebut serta mendukung proses pemeriksaan secara terbuka dan objektif.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Massa AMI berharap tuntutan yang disampaikan tidak hanya menjadi perhatian sesaat, tetapi dapat ditindak lanjuti melalui langkah konkret berupa audit independen, transparansi penggunaan anggaran, serta penegakan hukum yang adil apabila ditemukan adanya pelanggaran.

AMI menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran negara dan menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Hari ini, AMI meminta agar pemerintah dan lembaga legislatif segera menindaklanjuti tuntutan mereka dan melakukan audit menyeluruh atas dugaan pemotongan anggaran reses. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada waktu yang lebih baik untuk melakukan perubahan daripada hari ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.