Fokus Semarang | Sebuah tragedi maut terjadi di Grand City Balikpapan, Kalimantan Timur, pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Seorang pelajar wanita meninggal setelah hantam mobil pikap di area parkir kompleks perbelanjaan tersebut.
Korban adalah seorang remaja wanita yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat bersama istri dan anak balitanya. Mereka sedang menuju ke destinasi tujuan ketika tiba-tiba terjadi kecelakaan.
Salah satu penyebab kecelakaan maut ini diduga kuat karena kelalaian fatal sang pengemudi Toyota Fortuner, Ahmad Nasuhi (60), yang salah menginjak pedal gas saat hendak mengerem di jalur padat.
Insiden ini menimbulkan korban tewas dua orang, yaitu Devi Yanto (39) dan Ahmad Ridwan (53). Devi mengalami luka berat berupa pendarahan hebat di bagian perut, paha, serta patah tulang rusuk, sedangkan Ahmad Ridwan mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Polda Kaltim juga berhasil mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa seorang anak laki-laki berinisial MRP (7) asal Kampung Tator, Jalan Pasundan, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pelaku merupakan seorang driver ojol yang berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim dan Satreskrim Polres Kutai Timur.
Kesimpulan, tragedi maut di Grand City Balikpapan menimbulkan korban tewas dua orang dan menjadi peringatan bagi semua pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


