Fokus Semarang | Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini dinilai strategis dalam menyediakan basis data ekonomi yang akurat, valid, dan mutakhir, guna menyokong penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang tepat sasaran.
Melalui sensus ini, seluruh konstelasi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha berbasis digital yang kian ekspansif, diharapkan dapat terpetakan secara komprehensif.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Mardi, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda konstitusional berskala nasional yang digelar secara periodik setiap sepuluh tahun sekali.
Mengingat urgensinya yang tinggi, ia menggarisbawahi bahwa kualitas data yang dihasilkan tidak boleh kompromistis, sebab akan menjadi instrumen utama dalam merumuskan kebijakan makro maupun mikro di daerah.
Selain itu, sensus ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analitis dan kemampuan data analitis para petugas sensus, sehingga mereka dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan kepada pemerintah daerah.
Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan efektif dalam mengembangkan ekonomi daerah.
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Bagi para petugas sensus yang diterjunkan, Mardi menekankan bahwa mereka harus memiliki kemampuan analitis yang baik dan kemampuan data analitis yang kuat.
Mereka harus dapat mengidentifikasi model bisnis baru yang lahir dari intervensi teknologi dan dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan kepada pemerintah daerah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


