Fokus Semarang | Di tengah-tengah kehidupan sekolah, anak-anak seringkali menghadapi tantangan dalam berinteraksi dengan teman-temannya. Bercanda dan merundung adalah dua hal yang seringkali sulit dibedakan, terutama bagi anak-anak yang masih belajar untuk mengembangkan kemampuan sosial mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi anak-anak untuk memahami perbedaan antara bercanda dan merundung, serta berani melapor kepada guru atau orang tua jika mereka merasa tidak nyaman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 86 Posko 12 Desa Ngegot UIN Walisongo Semarang melaksanakan kampanye dan sosialisasi anti perundungan atau bullying serta kekerasan seksual di SDN Ngegot, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini menggandeng Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti siswa kelas 3 hingga 6 dengan tema "Pahlawan Cilik: Sayangi Teman, Jaga Diri, dan Stop Bullying!"

Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kualitas Hidup Anak Dinsos P2PA Demak Siti Lestariyanti menjelaskan bahwa bullying dapat berupa ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik yang berdampak pada mental dan emosional anak. "Anak-anak perlu memahami perbedaan antara bercanda dan perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua," katanya.

Selain itu, siswa juga diberi pemahaman tentang menjaga diri dari kekerasan seksual. Anak-anak dikenalkan batas tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh sembarangan dan diajarkan keberanian untuk mengatakan "tidak" jika merasa tidak nyaman. Materi disampaikan secara interaktif melalui dongeng, animasi edukatif, permainan, dan kuis agar mudah dipahami.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana ceria, lalu ditutup dengan kuis interaktif hingga pembagian hadiah untuk para peserta. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih mudah memahami perbedaan antara bercanda dan merundung, serta berani melapor jika mereka merasa tidak nyaman.

Hasilnya, anak-anak akan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan sosial dan emosional. Mereka akan lebih mudah berinteraksi dengan teman-temannya dan dapat lebih baik mengembangkan kemampuan sosial mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan guru untuk mendukung kegiatan ini dan membantu anak-anak memahami perbedaan antara bercanda dan merundung.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.