Fokus Semarang | Jawa Tengah telah terpilih sebagai pilot project dalam program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan dan keberlanjutan jamu tradisional. Lima daerah di Jawa Tengah, yaitu Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang, telah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) Pusat, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa Jawa Tengah dipilih sebagai pilot project karena potensi besar jamu tradisional yang ada di daerah ini. Bahkan, konsumsi jamu di Jawa Tengah telah membudaya dan banyak masyarakat yang menyajikan jamu di kafe-kafe.
Taruna Ikrar juga menyatakan bahwa program Idaman bertujuan untuk mempertahankan citra dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu. Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih ada risiko peredaran obat bahan alam ilegal dalam kandungan jamu. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM, ditemukan bahwa 206 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan mengandung bahan kimia obat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, mengapresiasi langkah yang dilakukan BPOM Pusat dan menilai bahwa Jawa Tengah memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan jamu tradisional. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dalam konsumsi jamu tradisional dan mewaspadai kandungan bahan kimia obat (BKO) yang terdapat dalam jamu di pasaran.
Program Idaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan dan keberlanjutan jamu tradisional, serta mempertahankan citra dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu. Namun, masih ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu peredaran obat bahan alam ilegal dalam kandungan jamu.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


